THOUSANDS OF FREE BLOGGER TEMPLATES �

Selasa, 13 November 2012

Kedudukan dan Fungsi Bahasa Indonesia


Kedudukan dan Fungsi Bahasa Indonesia
1.      Kedudukan Bahasa Indonesia
      Bahasa Indonesia memiliki kedudukan yang sangat penting yang tercantum didalam :
1.      Ikrar ketiga Sumpah Pemuda 1928 dengan bunyi : “ Kami putra dan putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia”.
2.      Undang- Undang Dasar RI 1945 Bab XV (Bendera, Bahasa, dan lambing Negara, serta Lagu Kebangsaan) Pasal 36 menyatakan bahwa “Bahasa Negara ialah Bahasa Indonesia”.
Maka kedudukan bahasa Indonesia sebagai  :
a. Bahasa Nasional
      Kedudukannya berada diatas bahasa- bahasa daerah. Hasil Perumusan Seminar Politik Bahasa Nasional yang diselenggarakan di Jakarta pada tanggal 25-28 Februari 1975 menegaskan bahwa dalam kedudukannya sebagai bahasa nasional, bahasa Indonesia berfungsi sebagai :
1. Lambang kebanggaan nasional.
            Sebagai lambang kebanggaan Nasional bahasa Indonesia memancarkan nilai- nilai sosial budaya luhur bangsa Indonesia. Dengan keluhuran nilai yang dicerminkan bangsa Indonesia, kita harus bangga, menjunjung dan mempertahankannya. Sebagai realisasi kebanggaan terhadap bahasa Indonesia, harus memakainya tanpa ada rasa rendah diri, malu, dan acuh tak acuh. Kita harus bangga memakainya dengan memelihara dan mengembangkannya.
2. Lambang identitas Nasional.
            Sebagai lambang identitas nasional, bahasa Indonesia merupakan lambang bangsa Indonesia. Berarti bahasa Indonesia akan dapat mengetahui identitas seseorang, yaitu sifat, tingkah laku, dan watak sebagai bangsa Indonesia. Kita harus menjaganya jangan sampai ciri kepribadian kita tidak tercermin di dalamnya. Jangan sampai bahasa Indonesia tidak menunjukkan gambaran bangsa Indonesia yang sebenarnya.

3.  Alat pemersatu berbagai masyarakat yang berbeda-beda latar belakang sosial budaya dan bahasanya.
            Dengan fungsi ini memungkinkan masyarakat Indonesia yang beragam latar belakang sosial budaya dan berbeda-beda bahasanya dapat menyatu dan bersatu dalam kebangsaan, cita-cita, dan rasa nasib yang sama. Dengan bahasa Indonesia, bangsa Indonesia merasa aman dan serasi hidupnya, karena mereka tidak merasa bersaing dan tidak merasa lagi ‘dijajah’ oleh masyarakat suku lain. Karena dengan adanya kenyataan bahwa dengan menggunakan bahasa Indonesia, identitas suku dan nilai-nilai sosial budaya daerah masih tercermin dalam bahasa daerah masing-masing. Kedudukan dan fungsi bahasa daerah masih tegar dan tidak bergoyah sedikit pun. Bahkan, bahasa daerah diharapkan dapat memperkaya khazanah bahasa Indonesia.
4. Alat penghubung antarbudaya antardaerah.
            Manfaat bahasa Indonesia dapat dirasakan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan bahasa Indonesia seseorang dapat saling berhubungan untuk segala aspek kehidupan. Bagi pemerintah, segala kebijakan dan strategi yang berhubungan dengan ideologi, politik, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan, dan kemanan mudah diinformasikan kepada warga. Apabila arus informasi antarmanusia meningkat berarti akan mempercepat peningkatan pengetahuan seseorang. Apabila pengetahuan seseorang meningkat berarti tujuan pembangunan akan cepat tercapai.
b. Bahasa Negara (Bahasa resmi Negara Kesatuan Republik Indonesia)
      Dalam Hasil Perumusan Seminar Politik Bahasa Nasional yang diselenggarakan di Jakarta pada tanggal 25 s.d. 28 Februari 1975 dikemukakan bahwa di dalam kedudukannya sebagai bahasa negara, bahasa Indonesia befungsi sebagai :
1.      Bahasa resmi kenegaraan.
            Bukti bahwa bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi kenegaraan adalah digunakannya bahasa Indonesia dalam naskah proklamasi kemerdekaan RI 1945. Mulai saat itu bahasa Indonesia digunakan dalam segala upacara, peristiwa serta kegiatan kenegaraan.

2.      Bahasa pengantar resmi dilembaga-lembaga pendidikan.
            Bahasa Indonesia dipakai sebagai bahasa pengantar di lembaga-lembaga pendidikan mulai dari taman kanak-kanak sampai dengan perguruan tinggi. Untuk memperlancar kegiatan belajar mengajar, materi pelajaran ynag berbentuk media cetak hendaknya juga berbahasa Indonesia. Hal ini dapat dilakukan dengan menerjemahkan buku-buku yang berbahasa asing. Apabila hal ini dilakukan, sangat membantu peningkatan perkembangan bahasa Indonesia sebagai bahasa ilmu pengetahuan dan teknolologi (iptek).

3.      Bahasa resmi di dalam perhubungan pada tingkat nasional untuk kepentingan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan serta pemerintah.
            Bahasa Indonesia dipakai dalam hubungan antarbadan pemerintah dan penyebarluasan informasi kepada masyarakat. Sehubungan dengan itu hendaknya diadakan penyeragaman sistem administrasi dan mutu media komunikasi massa. Tujuan penyeragaman dan peningkatan mutu tersebut agar isi atau pesan yang disampaikan dapat dengan cepat dan tepat diterima oleh masyarakat.

4.      Bahasa resmi di dalam pengembangan kebudayaan dan pemanfaatan ilmu pengetahuan serta teknologi modern.
            Kebudayaan nasional yang beragam yang berasal dari masyarakat Indonesia yang beragam pula. Dalam penyebarluasan ilmu dan teknologi modern agar jangkauan pemakaiannya lebih luas, penyebaran ilmu dan teknologi, baik melalui buku-buku pelajaran, buku-buku populer, majalah-majalah ilmiah maupun media cetak lain, hendaknya menggunakan bahasa Indonesia. Pelaksanaan ini mempunyai hubungan timbal-balik dengan fungsinya sebagai bahasa ilmu yang dirintis lewat lembaga-lembaga pendidikan, khususnya di perguruan tinggi.
2. Fungsi Bahasa Indonesia
      Fungsi bahasa dapat dibagi menjadi 2 bagian, yaitu fungsi bahasa secara umum dan secara khusus.
Dalam literatur bahasa, dirumuskannya fungsi bahasa secara umum bagi setiap orang adalah :
1. Sebagai alat untuk mengungkapkan perasaan atau mengekspresikan diri.
      Mampu mengungkapkan gambaran,maksud ,gagasan, dan perasaan. Melalui bahasa kita dapat menyatakan secara terbuka segala sesuatu yang tersirat di dalam hati dan pikiran kita. Ada 2 unsur yang mendorong kita untuk mengekspresikan diri, yaitu:
ü  Agar menarik perhatian orang lain terhadap diri kita.
ü  Keinginan untuk membebaskan diri kita dari semua tekanan emosi.
2. Sebagai alat komunikasi.
            Bahasa merupakan saluran maksud seseorang, yang melahirkan perasaan dan memungkinkan masyarakat untuk bekerja sama. Komunikasi merupakan akibat yang lebih jauh dari ekspresi diri. Pada saat menggunakan bahasa sebagai komunikasi,berarti memiliki tujuan agar para pembaca atau pendengar menjadi sasaran utama perhatian seseorang. Bahasa yang dikatakan komunikatif karena bersifat umum. Selaku makhluk sosial yang memerlukan orang lain sebagai mitra berkomunikasi, manusia memakai dua cara berkomunikasi, yaitu verbal dan non verbal. Berkomunikasi secara verbal dilakukan menggunakan alat/media bahsa (lisan dan tulis), sedangkan berkomunikasi cesara non verbal dilakukan menggunakan media berupa aneka symbol, isyarat, kode, dan bunyi seperti tanda lalu lintas,sirene setelah itu diterjemahkan kedalam bahasa manusia.

3. Sebagai alat berintegrasi dan beradaptasi sosial.
            Pada saat beradaptasi dilingkungan sosial, seseorang akan memilih bahasa yang digunakan tergantung situasi dan kondisi yang dihadapi. Seseorang akan menggunakan bahasa yang non standar pada saat berbicara dengan teman- teman dan menggunakan bahasa standar pada saat berbicara dengan orang tua atau yang dihormati. Dengan menguasai bahasa suatu bangsa memudahkan seseorang untuk berbaur dan menyesuaikan diri dengan bangsa.
4. Sebagai alat kontrol Sosial.
            Yang mempengaruhi sikap, tingkah laku, serta tutur kata seseorang. Kontrol sosial dapat diterapkan pada diri sendiri dan masyarakat, contohnya buku- buku pelajaran, ceramah agama, orasi ilmiah, mengikuti diskusi serta iklan layanan masyarakat. Contoh lain yang menggambarkan fungsi bahasa sebagai alat kontrol sosial yang sangat mudah kita terapkan adalah sebagai alat peredam rasa marah. Menulis merupakan salah satu cara yang sangat efektif untuk meredakan rasa marah kita.
ü  Fungsi bahasa secara khusus :
1. Mengadakan hubungan dalam pergaulan sehari- hari.
            Manusia adalah makhluk sosial yang tak terlepas dari hubungan komunikasi dengan makhluk sosialnya. Komunikasi yang berlangsung dapat menggunakan bahasa formal dan non formal.
2. Mewujudkan Seni (Sastra).
            Bahasa yang dapat dipakai untuk mengungkapkan perasaan melalui media seni, seperti syair, puisi, prosa dll. Terkadang bahasa yang digunakan yang memiliki makna denotasi atau makna yang tersirat. Dalam hal ini, diperlukan pemahaman yang mendalam agar bisa mengetahui makna yang ingin disampaikan.
3. Mempelajari bahasa- bahasa kuno.
            Dengan mempelajari bahasa kuno, akan dapat mengetahui peristiwa atau kejadian dimasa lampau. Untuk mengantisipasi kejadian yang mungkin atau dapat terjadi kembali dimasa yang akan datang, atau hanya sekedar memenuhi rasa keingintahuan tentang latar belakang dari suatu hal. Misalnya untuk mengetahui asal dari suatu budaya yang dapat ditelusuri melalui naskah kuno atau penemuan prasasti-prasasti.
4. Mengeksploitasi IPTEK.
            Dengan jiwa dan sifat keingintahuan yang dimiliki manusia, serta akal dan pikiran yang sudah diberikan Tuhan kepada manusia, maka manusia akan selalu mengembangkan berbagai hal untuk mencapai kehidupan yang lebih baik. Pengetahuan yang dimiliki oleh manusia akan selalu didokumentasikan supaya manusia lainnya juga dapat mempergunakannya dan melestarikannya demi kebaikan manusia itu sendiri.

Senin, 12 November 2012

Lattice Mikrobiologi


KISI KISI IAD (Mikrobiologi)
1.       Bab jamur pada PPT hal 52 tentang InfeksiCandida albican
INFEKSI Candida albicans
·         Disebut: CANDIDOSIS
·         Menyerang saluran/mukosa yg berhub dg luar;
§  Rongga mulut
§  Rektum Vagina
·         Menyerang pasien dg daya tahan tubuh rendah (penderita AIDS, transplantasi organ, terapi kanker)
·         Menyerang 44,8% penderita AIDS
2.       Bab Virus
a.       Awal di temukannya virus
Penemuan Virus : Penelitian Ilmiah (Scientific Inquiry)
•       Penyakit Mosaik tembakau kekerdilan pertumbuhan tanaman tembakau dan memberi warna kolaborasi mozaik pada daun.
•       Pada akhir 1800-an, peneliti berhipotesis bahwa sebuah partikel lebih kecil dari bakteri menyebabkan penyakit.
•       Pada tahun 1935, Wendell Stanley menegaskan hipotesis ini dengan mengkristal partikel menular, yang sekarang dikenal sebagai virus mosaik tembakau (TMV)
•       Hasil :
1.       Getah diekstrak dari tanaman dengan penyakit mosaik tembakau
2.       Getah disaring dengan filter porselin yang diketahui dapat merangkap bakteri
3.       Getah hasil saringan digosokkan ketanaman yang sehat
4.       Tanaman yang sehat jadi terinfeksi
b.       Siklus Litik
§  Siklus litik adalah siklus replikatif fag yang berujung pada kematian sel inang.
§  Siklus litik memproduksi fag baru dan lisis ( pecah terbuka) dinding sel inang, melepaskan virus progeni.
§  Sebuah fag yang mereproduksi hanya oleh siklus litik disebut fag virulen.
§  Bakteri memiliki pertahanan terhadap fag, termasuk enzim restriksi yang mengenali dan memotong DNA fag tertentu.
c.        Siklus Ligogenik
§  Siklus lisogenik mereplikasi genom fag tanpa merusak host.
§  Molekul DNA virus dimasukkan ke dalam kromosom sel inang.
§  DNA virus yang terintegrasi dikenal sebagai profag
§  Setiap kali inang membelah, menyalin DNA fag dan mewariskan salinan-salinannya ke sel-sel anakan.
§  keadaan lingkungan dapat memicu genom virus untuk keluar dari kromosom bakteri dan beralih ke modus litik
§  Fag yang menggunakan kedua siklus litik dan lisogenik disebut fag temperat (temperate phages)
d.       Perbedaan Virus, Viroid dan prion
Virus, viroid, and prions merupakan patogen yang menakutkan pada hewan dan tumbuhan
§  Penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus mempengaruhi manusia, tanaman pertanian, ternak dan di seluruh dunia.
§  Lebih kecil, badan kurang kompleks disebut viroid dan prion yaitu menyebabkan penyakit pada tanaman (viroid) dan hewan (prion).
3.       Bab Sterilisasi dan disikfektan
a.       Definisi
§  Sterilisasi merupakan proses penghilangan semua jenis organisme hidup, dalam hal ini adalah mikroorganisme (protozoa, fungi, bakteri, mycoplasma, virus) yang terdapat pada / di dalam suatu benda,
§  Melibatkan biological agent
§  DESINFEKTAN adalah bahan kimia yang membunuh atau menginaktivasi mikroorganisme

b.       Definisi Dekontaminasi dan Prosesnya
DEKONTAMINASI :
§  Proses yang membuat objek mati lebih aman ditangani staf sebelum dibersihkan (menginaktifasi serta menurunkan HBV, HIV tetapi tidak membasmi)
§  Peralatan medis dan permukaan harus di dekontaminasi segera setelah terpapar darah atau cairan tubuh
PEMBERSIHAN (Mencuci dan membilas) :
§  Tindakan yang dilakukan untuk menghilangkan semua darah, cairan, tubuh, benda asing dari kulit atau instrumen.
§  Proses Dekontaminasi
c.        Metode Sterilisasi
1.       Metode Fisika
a.       Pemanasan.
§  Panas kering.
§  Panas basah.
§  Panas bertekanan.
§  Pasteurisasi.
§  Tyndalisasi.
b.       Radiasi.
§  Sinar UV.
§  Ionisasi.
c.        Filtrasi.
Penyaringan
§  Berkef filter.
§  Camberland.
§  Seiz filter.
§  Koloid filter.
2.       Metode Kimia
1.       Diseinfektan cair.
§  Daya antimikrobia rendah.
§  Spora bakteri tidak dapat dimusnahkan dengan cara ini
2.       Fenol ( asam krboksilat).
§  Bersifat bakterisidal namun tidak sporisidal.
§  Namun mempunyai efek samping mengiritasi kulit.
3.       Bisfenol ( Hexachlorophene).
§  Merupakan bahan lotoin, digunakan untuk kontrol mikroba pada tindaklan bedah.
§  Namun pada frekuwnsi tinggi biusa merusak syaraf.
4.       Biguanidin (klorheksidin,
§  Memiliki kisaran aktivitas yang luas,
§  Digunakan untuk kontrol membran mukosa dan kulit.
5.       Halogen (iodin dan Klorin)
§  Antiseptik tertua.
§  Efektif untuk beberap[a jenis bakteri, virus, endospora.
§  Tidak mengiritasi kulit.
6.       Kalsium hipoklorit (Ca (OCl)2)
§  Ditambahkan air untuk merusak membran sel bakteri, karena mengoksidasi protein.
7.       Alkohol.
§  Membunuh bakteri dan fungi namun tidak dapat membunuh endospora.
8.       Senyawa Merkuri.
9.       Aldehid.

3.       Sifat-sifat penting Desinfektan dan Antiseptika
§  Harus memiliki sifat antibakterial yang luas.
§  Tidak mengiritasi jaringan hewan atau manusia.
§  Memiliki sifat racun yang rendah, tidak berbahaya bagi manusia maupun ternak.
§  Memiliki daya tembus yang tinggi.
§  Tetap aktif meskipun terdapat cairan tubuh, darah, nanah dan jaringan yang mati.
§  Tidak mengganggu proses kesembuhan.
§  Tidak merusak alat-alat operasi, lantai kandang dan dinding.
§  Tidak menimbulkan warna yang mengganggu pada jaringan yang dioperasi.
§  Harga murah, karena biasanya diperlukan dalam jumlah yang besar